Teken Kontrak Baru di Leicester, MU Gagal Rekrut James Maddison

Keinginan dari Manchester United untuk bisa merekrut James Maddison pada musim dingin ini, nampaknya harus buyar. Hal ini tak terlepas dari sang playmaker yang dikabarkan segera meneken kontrak baru bersama Leicester City.

James Maddison sejak musim panas kemarin, sudah dihubungkan dengan Manchester United. Penampilan impresifnya bersama Leicester City, akhirnya menarik perhatian The Red Devils.

Pada bursa transfer musim panas kemarin, Manchester United memang gagal untuk merekrut Maddison. Pihak klub ingin kembali merekrutnya pada bursa transfer musim dingin nanti.

Namun menurut media dari talkSPORT, mengklaim jika usaha Manchester United ini akan gagal. Hal ini tak terlepas keputusan pemain 22 tahun ini memperbaharui kontraknya bersama Leicester City.

Menurut dari kabar media yang sama juga, kontrak baru yang bakalan diterima James Maddison bakalan membuatnya memdapatkan gaji yang tinggi. Tak hanya itu saja, dirinya akan terikat klausul pelepasan yang tinggi dan mencegah klub-klub lain yang mengincarnya.

Sementara James Maddison dikabarkan tertarik untuk segera memperpanjang masa baktinya. Apalagi dirinya juga masih nyaman untuk berseragam Leicester City.

Selain itu ia menilai Leicester City memiliki kans yang sangat besar untuk menjadi juara EPL. Hal ini yang membuatnya ingin tetap bertahan dan itu merupakan opsi terbaik untuk karirnya juga.

Performa James Maddison bersama Leicester City di musim ini memang impresif, serta mendapatkan banyak pujian. Total dirinya berhasil mencetak 7 gol dan serta tiga assist bagi The Foxes di seluruh kompetisi musim ini.

Bulan Januari, Aston Villa Akan Rekrut Pemain Chelsea

Belum lama ini muncul spekulasi terkait manuver Aston Villa di bursa transfer Januari mendatang. The Villans julukan bagi Aston Villa, diklaim tengah berusaha untuk merekrut Pedro Rodriguez dari Chelsea.

Pedro sendiri merupakan salah satu pemain andalan Chelsea di beberapa musim terakhirnya. Bahkan kehadiran nya di tim, memang banyak memberikan dampak besar juga.

Namun sejak kepelatihan diambil alih Frank Lampard, nasib dari Pedro langsung berubah dratis. Pemain asal Spanyol ini pun langsung tersingkir dari tim utama, dan hanya menghabiskan waktu sebagai penghangat bangku cadangan saja.

Kabar terkini dari The Telegraph, mengklaim jika Pedro berpotensi untuk memulai petualangan baru nanti. Hal ini tak terlepas dari Aston Villa yang dikabarkan tertarik untuk menggunakan jasanya.

Kabar lagi, pelatih dari Aston Villa, yakni Dean Smith juga sangat menyukai gaya bermain dari Pedro. Dirinya pun yakini jika Pedro masih bisa diandalkan, dan yakin jika kehadiran Pedro akan membantu tim nya lebih berkembang lagi.

Sementara pihak Chelsea diyakini tidak akan menghalangi kepergian Pedro nantinya. Apalagi Pedro sudah diperlukan lagi, maka pihak klub pun tidak keberatan untuk melepaskan nya pada bursa transfer Januari nanti.

Selain itu tim skuat pelatih Frank Lampard sudah memiliki banyak stok winger muda berkualitas. Sehingga kepergian Pedro dinilai tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi tim mereka.

Sementara Aston Villa tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk merekrut Pedro nantinya. Apalagi kontrak sang pemain yang akan berakhir pada musim panas ini, dan kemungkinan Chelsea akan melepaskan nya di angka 10 juta euro saja.

Derby Manchester Diwarnai Aksi Pelemparan dan Rasialisme

Derby Manchester antara Manchester City Vs Manchester United tidak hanya berjalan panas saja, namun laga ini diwarnai aksi rasisme dan pelemparan botol kepada pemain The Red Devils. Terkait hal ini pun, pihak The Citizens akan melakukan investigasi insiden tersebut.

Manchester United sendiri berhasil menang 2-1 atas Manchester City di Etihad Stadion, Mimggu (8/12) dini hari WIB, namun dinodai aksi tidak terpuji dari tim suporter tuan rumah. Insiden ini sendiri terjadi, kala tim dari The Red Devils akan melakukan tendang sudut di menit ke-68.

Fred pemain dari Manchester United yang akan mengambil tendangan sudut ini yang menerima pelemparan benda, mulai dari botol minum plastik hingga korek api yang mengenai tubuhnya. Insiden ini pun, yang akhirnya membuat wasit pertandingan sempat menghentikan laga juga.

Sementara pelemparan tidak hanya dialami oleh Fred saja, dirinya juga menerima aksi pelecehan rasial dari tribun. Diketahui ada sejumlah oknum penonton kedapatan menirukan gestur dan bersuara seperti kera ke arah pemain berusia 26 tahun itu.

Usai laga berakhir puhn, Fred langsung angkat suara terkait kejadian yang telah menimpanya. Pemain asal Brasil ini berharap agar pelaku dapat dihukum berat, terkait aksi rasisme tersebut.

“Kita masih berada di masyarakat terbelakang. Sayangnya kejadian ini terjadi di beberapa stadion, itu terjadi di sini dan juga di tempat lain,” kata Fred dikutip dari BBC.

“Ini mengecewakan, menyedihkan, namun kami harus tetap tegar dan melupakan kejadian itu. Kami tidak ingin memberikan perhatian lebih (Rasisme) karena mereka ingin kita melakukan nya,”tegasnya lagi menambahkan.

Sementara pihak Manchester City telah bekerja sama dengan pihak kepolisian Greater Manchester, demi mencari oknum tersangka tersebut. Melalui pernyataan klub, The Citizens mengutuk keras terkait insiden menimpa pemain Manchester United.

Resmi, Marco Silva Dipecat Everton

Kebersamaan Marco Silva bersama dengan Everton, resmi telah berakhir. Tak berselang lama setelah kekalahan memalukan The Tofees di tangan Liverpool dalam laga Derby Merseyside, pelatih yang masih berusia 42 tahun ini resmi dipecat.

Terkait hal ini pun, resmi telah diumumkan Everton melalui situs resminya atau tak sampai 24 jam setelah kekalahan 2-5 di Derby Merseyside. Sementara kekalahan ini pun, makin membuat The Toffees terbenam di posisi ke-18 klasemen Premier League.

“Pihak klub ingin menyampaikan bahwa Marco Silva tidak akan lagi bersama kami, dan resmi meninggalkan klub. Secepatnya kami akan mengumumkan terkait pelatih penggantinya,”ungkap pernyataan resmi klub.

Sementara kekalahan telak dari Liverpool, yang akhirnya membuat pihak manajemen klub langsung mengadakan rapat. Bahkan sang pemilik klub, yakni Farhad Moshiri pun ikut serta dalam rapat tersebut.

Everton hingga pekan ke-15 dalam kompetisi Premier League cuma mampu meraih 4 kemenangan saja. Hasil yang sangat buruk ini juga melihat tim skuat The Toffees banyak di isi amunisi yang terbilang bagus.

Sementara posisi pelatih kini diambil alih Duncan Ferguson, hingga pihak klub menemukan sosok pelatih baru nantinya. Everton dikabarkan, sedang mengincar pelatih AS Monaco, yakni Leonardo Jardim dan serta Erik Ten Hag yang merupakan pelatih milik Ajax Amsterdam.

Banding Diterima, Chelsea Bisa Aktif di Bursa Transfer Januari

Chelsea akhirnya bisa kembali aktif dan serta melakukan pembelian pemain, pada bursa transfer Januari mendatang. Hal ini tak terlepas dari banding yang telah The Blues ajukan terkait hukuman larangan transfer, resmi diterima oleh pengadilan.

Chelsea diketahui tak melakukan aktivitas pada bursa transfer musim panas 2019, serta bursa transfer musim dingin 2020. Sanksi ini diberikan oleh FIFA setelah The Blues terbukti bersalah atas kasus transfer pemain dibawah usia 18 tahun, kasus ini pun melibatkan hampir dari 70 pemain.

Terkait sanksi ini pun Chelsea sempat mengajukan banding kepada pihak komite banding FIFA, namun banding mereka ditolak. Namun pihak klub asal London itu tidak menyerah, kemudian mereka membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga atau CAS di bulan Juni dan menjalani sidang pada November kemarin.

Sementara hasil sidang, Jumat (6/12/2019), pihak CAS resmi mengeluarkan terkait keputusan nya. Pihak pengadilan secara resmi telah memotong sanksi larang transfer menjadi satu kali saja, hukuman larang transfer sudah dijalani The Blues sebanyak sekali.

Tidak hanya menerima pengurangan hukuman sanksi larangan saja, Chelsea juga menerima pengurangan denda yang akan dibayarkan. Diketahui denda sebesar 600.000 Franc Swiss telah berkurang menjadi setengahnya saja.

“Pihak CAS telah berlakukan sanksi ini, yakni Chelsea hanya di skor larangan aktif dibursa transfer baik secara nasional maupun internasional sebanyak satu periode saja. Dimana sanksi ini juga telah dijalani oleh klub pada periode transfer musim panas 2019 kemarin,”ungkap dari pernyataan CAS.

“Chelsea juga harus membayar denda kepada FIFA dari sebesar 600.000 Franc Swiss menjadi 300.000 Franc Swiss. Peringatan dam serta teguran ini telah dikonfirmasikan,”lanjut dari pernyataan pengadilan.

Terkait keputusan banding Chelsea yang telah diterima oleh pihak CAS, pihak manajemen klub merasa lega. Pasalnya, tim skuat asuhan Frank Lampard bisa merekrut pemain baru pada bulan Januari nanti.

Laga Chelsea Vs Aston Villa, Ajang Reuni Lampard Dengan Terry

Dalam laga antara Chelsea dengan Aston di pekan lanjutan kompetisi Premier League, bakal menjadi ajang reuni dua sosok pemain legendaris milik The Blues. Frank Lampard yang merupakan pelatih The Blues, akan berhadapan dengan Jhon Terry di kubu Villans julukan bagi tim Aston Villa.

Pada pekan ke-15 Premier League dalam kompetisi Premier League, Kamis (5/12/2019) dini hari WIB, jadi ajang pertemuan Chelsea Vs Aston Villa. Dalam laga ini menjadi misi tim skuat Frank Lampard untuk bisa bangkit, setelah mengalami kekalahan dalam dua laga terakhirnya.

Menariknya laga ini pun telah menandai kembalinya Jhon Terry ke Stamford Bridge, setelah meninggalkan Chelsea pada tahun 2017 silam. Kembalinya Terry nantinya sebagai asisten pelatih bagi tim Aston Villa.

Meskipun Frank Lampard telah berhadapan dengan rekan setimnya, Jhon Terry, di kompetisi Championship dimana masih menangani Derby Country. Namun bertemu kembali di Stamford Bridge, sangat berbeda untuk Lampard.

“Saya sempat berhadapan dua kali dimusim lalu, tentunya saya begitu respek kepadanya. Dia banyak bekerja keras untuk tim Aston Villa,”ungkap dari Lampard dilansir oleh Sky Sports.

“Kembalinya Jhon Terry ke sini (Stamford Bridge) tentunya terasa spesial, dia akan mendapatkan sambutan dari fans kami (Chelsea). Dia merupakan sosok yang dihormati, paling hebat, telah memenangi segalanya, dan semua orang tahu itu
“Fans tentunya, akan menunjukkan apresiasinya dan saya yakin ini cukup emosional untuk John Terry. Dia pantas mendapatkan momen ini dan saya akan senang menyambutnya, serta melihatnya berada di Stamford Bridge,” katanya.

Laga Tottenham Hotspur Vs Manchester United, Ajang Reuni Mourinho

Pertandingan big match antara Manchester United Vs Tottenham Hotspur, akan menjadi ajang reuni bagi Jose Mourinho. Meskipun demikian, kehadiran Mourinho tak akan mempengaruhi para pemain-pemain The Red Devils.

Manchester United akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam kompetisi lanjutan Premier League, di Old Trafford, Kamis (5/12/2019) dinihari WIB. Pertandingan ini juga menjadi laga pertama Jose Mourinho menghadapi mantan timnya, atau sejak dipecat pada Desember tahun lalu.

Jose Mourinho diketahui telah resmi melatih Tottenham Hotspur, serta sukses manis di tiga pertandingan perdana nya. Sementara Manchester United sejak dilatih Ole Gunnar Solskjaer, tak begitu mengalami kemajuan signifikan.

Hal ini terlihat dimana Manchester United yang masih berkutat di peringkat papan tengah klasemen sementara Premier League. Sedangkan Tottenham Hotspur yang telah diarsiteki Jose Mourinho telah mengalami perubahan yang signifikan, dimana mereka berhasil masuk ke peringkat lima dengan torehan 20 poin dan hanya tertinggal 6 poin saja dari Chelsea yang berada di urutan ke-3 klasemen sementara EPL.

Sementara Manchester United yang hanya bermain imbang kontra Aston Villa, diyakini akan mencari momentun untuk kembali ke jalur kemenangan. Bahkan Solskjaer begitu yakini jika tim skuatnya mampu memberikan yang terbaik menjelang pertemuan dengan Tottenham Hotspur.

“Tentunya saya begitu percaya dengan anak-anak (tim skuatnya) akan memberikan yang terbaik. Mereka tidak akan terpengaruh dengan siapapun manajer tim lawan yang dihadapi, ini tidak akan mengubah motivasi mereka,”ungkap dari Solskjaer dalam konferensi pers menjelang laga pertemuan tersebut.

“Saat telah bekerja keras untuk disini (MU), tidak masalah siapa yang akan kami hadapi, terpenting bagaimana kami memberikan segenap kemampuan terbaik. Para pemain sudah kecewa setelah hari Minggu, namun ini waktunya kami bangkit dan memikirkan tentang pertandingan besok malam.” tambahnya lagi.

“Dia (Jose Mourinho) tentunya akan diterima dan mendapatkan sambutan bagus, ini semua karena janji yang telah terjalin antara klub dan fansnya. Semua fans pasti akan mengingat dulu dia disana, serta kontribusi yang telah dicapainya. 100 persen semua fans, dan juga klub akan menyambutnya dengan terbuka dan hangat,”tutupnya mengakhiri.

Resmi, Watford Pecat Quique Sanchez Flores c

Kompetisi Premier League kembali lagi memakan korban pemecatan pelatih, kali ini Watford United menjadi klub yang memecat pelatih timnya, yakni Quique Sanchez Flores. Pelatih berusia 54 tahun ini pun menjadi korban ketiga dari pemecatan pelatih, pada kompetisi musim ini.

Pemecatan yang dilakukan Watford tak lama setelah kekalahan 1-2 dari Southampton pada laga lanjutan Premier League, Mimggu (1/12/2019). Sementara pengumuman itu pun disampaikan melalui laman resmi klub, diwaktu yang bersamaan.

“Kami dengan menyesal harus menyampaikan, terkait Watford Footbaal Club yang harus berpisah dengan Quique Sanchez Flores,”ungkap pernyataan resmi Watford melalui laman resminya.

Quique Sanchez Flores selama membesut Watford dikompetisi Premier League musim ini, diketahui gagal total. Hingga pekan ke-14 ini, The Hornets julukan bagi klub ini harus terlempar ke zona degradasi dengan torehan delapan poin dari satu kemenangan, lima kali hasil imbang, dan sisanya menelan kekalahan.

Sementara pemecatan dari pelatih asal Spanyol ini, hanya berselang dua bulan sejak resmi menangani Watford. Diketahui, pelatih berusia 54 tahun ini ditunjuk untuk menggantikan posisi Javi Garcia pada 7 September silam.

Setelah didepaknya Quique Sanchez Flores, pihak manajemen klub belum menemukan sosok pelatih barunya. Namun menurut klaim dari The Guardian eks pelatih dari Brighton and Hove Albion, yakni Chris Hughton, masuk calon kandidat kuat pengganti posisi Flores.

Menariknya pemecatan Quique Sanchez Flores oleh Watford, telah membuatnya menjadi pelatih ketiga yang mengalami hal itu. Diketahui sebelumnya ada Mauricio Pochettino yang didepak Tottenham Hotspur, kemudian disusul oleh Unai Emery yang mengalami pemecatan oleh Arsenal.

UEFA Resmi Rilis Hasil Undian Grup Euro 2020

Pihak tertinggi sepakbola Eropa atau UEFA, resmi telah menggelar undian pembagian grup untuk Euro 2020. Menariknya, dalam pembagian ini telah tercipta grup neraka dimana ditempati oleh Jerman, Portugal, dan serta Prancis.

Undian hasil drawing ini sendiri digelar di Burcharest, Rumania. Ada sekitar 20 tim yang telah lolos ditambah dengan empat tim lagi yang masih berjuang di playoff yang akan terbagi ke dalam enam grup, tim-tim yang terdiri dari 24 negara ini sendiri akan menempati empat pot di Euro 2020.

Namun dalam pembagian grup ini, diketahui ada sebuah peraturan khusus yang telah dilakukan oleh pihak UEFA. Dimana peraturan itu adalah Rusia dan Ukraina tidak boleh satu grup, hal ini tak terlepas dari ketegangan politik yang tengah menyelimuti kedua negara tersebut.

Sementara dalam pembagian grup ini diketahui telah tercipta grup neraka, yakni Grup F. Dimana timnas Jerman terpilih, kemudian disusul oleh jawara Piala Dunia 2018 yakni Prancis, dan Portugal ikut juga bergabung dalam grup neraka tersebut.

Selain itu juga undian hasil Grup D, juga berpotensi untuk menjadi grup neraka. Hal ini tak terlepas dari Timnas Inggris yang harus satu grup dengan Kroasia, Republik Ceko, dan pemenang playoff C nantinya.

Namun pembagian untuk Grup B, relatif enteng untuk tim-tim menempati nya. Pasalnya dalam Grup B, Belgia hanya akan satu grup dengan Russia, Finlandia, kemudian Denmark.

Jarang Dimainkan, Arturo Vidal Ancam Hengkang Dari Barcelona

Kesempatan untuk selalu tampil starter dari Arturo Vidal, kini semakin tipis. Terkait situasi yang tengah dialaminya tersebut, Vidal secara terang-terangan telah mengultimatum untuk bisa pergi dari Barcelona.

Pada kompetisi musim ini pun, kesempatan untuk Arturo Vidal tampil semakin menurun saja. Total dirinya hanya diberikan kepercayaan tampil sebanyak empat kali saja, yakni tiga kali di La Liga dan sekali di Liga Champions.

Meskipun kesempatan tampil yang sedikit, namun Arturo Vidal mampu menunjuk kan performa yang memuaskan. Total dirinya mampu menyumbangkan empat gol dari empat laga pertandingan saja, dirinya pun menjadi pemain produktif dalam urusan mencetak gol.

Sementara Arturo Vidal secara terangan-terangan telah membuat ancaman langsung kepada pihak Barcelona. Bahkan dirinya siap untuk pergi, dan mendengarkan tawaran klub lain jika tak juga ada perkembangan signifikan terkait statusnya di skuat Ernesto Valverde.

“Saya selalu mencintai klub ini, tentunya saya juga ingin tetap berada disini. Namun situasi ini membuat saya harus realistis,”ungkap dari Arturo Vidal melalui TV3.

“Jika saya terus dianggap tidak penting disini, mungkin ini saatnya saya mengambil keputusan. Tentunya ini menjadi keputusan saya untuk pergi dan mencari kesempatan lain dimana saya dianggap lebih penting,”tegasnya lagi.

Situasi yang tengah dialami Arturo Vidal sendiri, tak terlepas dari kedatangan Frenkie De Jong pada musim panas kemarin. Bahkan Ernesto Valverde lebih mempercayai De Jong dibandingan Vidal.