Latih Everton, Bukti Ancelotti Tak Selalu Latih Tim Besar

Bergabungnya Carlo Ancelotti bersama Everton, juga ingin menepis anggapan jika dirinya hanya ingin melatih tim besar saja. Keinginan nya untuk bergabung dengan klub asal MMerseyside terjadi, karena proyek jangka panjang klub.

Everton resmi menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih pengganti dari Marco Silva yang dipecat pada Desember kemarin. Penunjukkan pelatih berusia 60 tahun ini cukup mengejutkan mengingat reputasi kepelatihan nya selama ini.

Dalam 20 tahun karier profesionalnya sebagai pelatih, dirinya terkenal akan reputasi sebagai juru taktik tim-tim besar. Sementara bergabungnya pelatih asal Italia ini bersama Everton sangat menghebohkan, pasalnya klub asal Premier League ini bukan klub yang besar dan minim prestasi.

Namun Carlo Ancelotti akhirnya menjawab keputusan nya, yang memilih gabung bersama Everton. Selain karena sejarah panjang klub, juga proyek jangka panjang klub yang sesuai dengan keinginan Ancelotti juga.

“Saya disini, juga karena sejarah yang dimiliki klub. Meskipun memang benar jika mereka selalu melihat saya melatih tim besar,”ungkap dari eks pelatih Chelsea itu.

“Mereka (Everton) sedang melakukan proyek besar. Hal dari ini juga yang akhirnya menarik saya untuk bergabung dengan mereka,”tambahnya lagi.

“Jadi tidak benar juga jika saya hanya memilih tim-tim besar, saya pernah beberapa kali melatih tim-tim dengan kualitas sedang saja. Saya disini karena ambisi dan gagasan yang membuat saya tertarik,”tutupnya mengakhiri.

Serangan Rasial, Warnai Laga Tottenham Hotspur Vs Chelsea

pada pekan lanjutan kompetisi Premier League yang mempertemukan Tottenham Hotspur Vs Chelsea, harus diwarnai dengan serangan rasisme. Aksi yang telah mencoreng citra sepakbola Inggris ini sendiri menimpa Antonio Rudiger, bek andalan The Blues ini menjadi korban dari serangan rasial dari oknum suporter tak bertanggung jawab dari tuan rumah.

Serangan rasial yang menimpa Antonio Rudiger, diketahui terjadi saat pertandingan memasuki menit ke-63. Bahkan Rudiger mengakui jika telah menjadi korban rasisme, yakni mendengarkan fans menirukan gerakan gestur monyet.

Sementara Rudiger langsung melaporkan hal itu wasit pertandingan, ini pun sesuai prosedur yang telah diterapkan FIFA. Pihak Tottenham Hotspur sendiri langsung memberikan imbauan melalui pengeras suara untuk tidak melakukan aksi rasial.

“Dia (Antonio Rudiger) mendatangi saya, dan mengatakan bahwa dia telah mendengar rasisme yang ditujukan kepadanya. Jadi saya membantunya untuk melaporkan kejadian ini kepada wasit laga, ini tentunya sangat disayangkan dengan aksi ini. Kita seharusnya menghentikan perbuatan rasial daripada mengikutinya,”ungkap Cesar Azpilicueta, sebagai kapten tim Chelsea.

Terkait rasial yang telah menimpa pemain Chelsea ini, pihak Tottenham Hotspur siap membantu untuk menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Sementara pihak Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) telah menuntut pemerintah untuk ikut menyelidiki rasisme tersebut.

“Segala aksi rasialisme tidak bisa kami toleransi, tentunya kami tidak membiarkan aksi ini terjadi lagi di stadion kami. Kami menanggapi tuduhan ini dengan sangat serius dan akan mengambil tindakan paling kuat terhadap individu yang ketahuan melakukan ini, termasuk larangan masuk stadion,” ungkap dari pernyataan resmi dari Tottenham Hotspur.

Dalam laga ini sendiri, Chelsea keluar sebagai pemenang setelah menaklukan Tottenham Hotspur 2-0. Kemenangan ini membuat The Blues mampu mempertahankan posisinya di peringkat empat klasemen, sementara kekalahan ini membuat The Lillywhites harus gagal memperkecil selisih poin dengan Chelsea, dan tetap berada di peringkat ke-7 klasemen dengan torehan 26 poin.

Mohamed Salah Pemain Terbaik Piala Dunia Antarklub 2019

Keberhasilan dari Liverpool dalam menjuarai Piala Dunia Antarklub musim 2019/2020, juga menjadi berkah bagi Mohamed Salah. Winger asal Mesir ini telah meraih gelar pemain terbaik pada turnamen itu, meskipun gagal mencetak satu gol.

Liverpool dipastikan sebagai juara baru pada Piala Dunia Antarklub musim 2019 ini, setelah mengalahkan Flamengo dengan skor 1-0 pada partai final tersebut. Gol semata wayang dari The Reds, berhasil dipersembahkan oleh Roberto Firmino.

Setelah berakhir pertandingan dan Liverpool keluar sebagai pemenang, Mohamed Salah juga meraih penghargaan pemain terbaik di ajang tersebut. Sementara penghargaan yang diraih oleh Salah, yakni Golden Ball dan Alibaba Cloud Player of The Tournament.

“Performa Mohamed Salah, telah menjadi ancaman yang konstan terhadap lawan tim. Meskipun tidak berhasil mencetak gol, namun penghargaan menjadi bukti kualitas permainan nya. Ini yang mungkin diakui oleh ribuan penggemar yang hadir di laga final itu, dan bersorak untuk setiap sentuhan bola yang dilakukan nya,”ungkap pernyataan resmi FIFA.

Mohamed Salah tak berhasil untuk mencetak satu gol pun, dalam kompetisi Piala Dunia Antarklub. Hal ini dapat dilihat dari dua laga semifinal dan final Liverpool, namun performanya dan satu assistnya di semifinal juga menentukan penghargaan ini diraih.

Sementara gol-gol Liverpool dicetak oleh para pemain lain, yakni Naby Keita dan Roberto Firmino yang menjadi pencetak gol dalam kemenangan atas Monterrey. Pada final Piala Dunia Antarklub, Firmino juga mencetak satu gol sekaligus menjadikan nya sebagai man of the match.

Lencana Juara Dunia Klub, Resmi dilepas Real Madrid

Real Madrid harus melepaskan dari lencana juara klub yang melekat pada jersey mereka, logo ini tak lagi menghiasi jersey klub pada kompetisi akhir pekan ini. Liverpool atau Flamengo menjadi kandidat selanjutnya setelah keduanya berhadapan di final Piala Dunia Antarklub 2019.

Logo ini diketahui, diberikan oleh FIFA kepada tim yang mampu memenangi Piala Dunia Antarklub. Real Madrid merupakan tim terakhir yang mengenakan lencana berwarna emas ini, dan sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Lencana juara dunia klub memang melekat pada jersey Real Madrid sebagai juara bertahan Piala Dunia Antarklub. Logo ini menghiasi Jersey Los Blancos sejak tahun 2016, setelah sebelumnya memenangi Piala Antarklub kontra Kashima Anters.

Real Madrid mampu mempertahankan titel itu pada tahun berikutnya, usai menaklukan Gremio diperebutann Piala Dunia Antarklub musim 2017. Kemudian tahun 2018, Real Madrid kembali mempertahankan gelar untuk ketiga kalinya setelah menaklukan Al Ain dengan skor 4-1.

Menurut hasil lasiran dari AS, mengklaim jika lencana juara dunia klub telah digunakan Real Madrid dalam 176 pertandingan. Jumlah itu pun menjadi rekor terlama yang pernah dipegang oleh suatu klub.

Sementara laga El Clasico yang mempertemukan Real Madrid vs Barcelona, Kamis (19/12/2019) menjadi terakhir kalinya logo ini terpanpang pada jersey klub. Hal ini tak terlepas dari Liverpool Vs Flamengo yang saling berhadapan di final Piala Dunia Antarklub, laga ini pun akan menentukan juara baru selanjutnya.

Liverpool diketahui merupakan Jawara dari Liga Champions, sementara Flamengo merupakan jawara dari Copa Libertadores, kedua bertemua di final Piala Dunia Antarklub musim 2019, Mimggu (22/12/2019). Siapa pun yang berhasil menang di final itu pun, berhak untuk memakai lencana emas dari juara dunia klub di jerseynya.

Demi Meresmikan Arteta, Arsenal Tunda Jumpa Pers

Seperti diketahui bahwa Arsenal telah membatalkan konferensi pers, menjelang laga menghadapi Everton. Hal ini dilakukan The Gunners, demi meresmikan Mikel Arteta sebagai kepala pelatih yang baru tim.

Menurut laporan dari Metro, Arsenal dijadwalkan melakukan jumpa pers rutin jelang pertandingan pekan ke-18 Liga Inggris melawan Everton pada Kamis (19/12) di London Colney. Namun kegiatan tersebut mundur menjadi hari Jumat besok, tepat sehari sebelum laga.

Hal ini dilakukan agar Arsenal bisa terlebih dahulu melakukan pengenalan resmi Mikel Arteta sebagai pelatih baru. Hal ini dilakukan juga, agar Freddie Ljungberg yang merupakan caretaker tim, tidak dijejali pertanyaan terkait masa depan nya dan juga masalah pelatih baru.

Sementara ini, Mikel Arteta masih terlihat mendampingi Pep Guardiola. Dirinya hadir kala Manchester City melawan Oxford United di Piala Liga Inggris, Kamis (19/12) dini hari WIB.

Walaupun Manchester City diyakini bakal melepaskan Mikel Arteta ke Arsenal, meskipun pendekatan yang dilakukan Arsenal salah. Menurut kabar dari internal The Citizens, The Gunners belum melakukan pendekatan resmi.

Mikel Arteta dikabarkan sudah menyetujui tawaran kontrak selama tiga setengah tahun. Bahkan dirinya akan menerima gaji sekitar 5 juta Poundsterling per tahun, namun belum bisa dipastikan apakah Arteta akan memimpin Arsenal di laga versus Everton.

Karena Lukisan Monyet, Kompetisi Serie A di Kritik

Kampanye antirasisme yang menggunakan lukisan monyet oleh kompetisi Serie A, akhir menimbulkan polemik dan juga kecamanan publik luas. Terkait hal ini pun, chief executive Serie A, yakni Luigi De Siervo langsung meminta maaf atas kejadian yang tidak disengaja itu.

Menurut kabar yang dilansir oleh Sky Sports, De Siervo hanya memamerkan lukisan-lukisan di markas Serie A di Milan hanya untuk memerangi rasisme. Lukisan yang dianggap telah menyinggung banyak pihak, segera digantikan dan menggantinya dengan yang baru.

“Tentunya kami ingin meminta maaf atas karya seni yang telah kami tampilkan ini (Lukisan Monyet). Tentunya saya juga menyadari jika ini telah menyinggung pihak lain, hal ini sungguh tidak pantas,”ungkap dari Siervo terkait lukisan itu.

“Anda tidak perlu mempertanyakan kami terkait sikap Serie A dalam memerangi segala bentuk diskriminasi dan juga rasisme. Tentunya kami berkomitmen untuk bisa menghapusnya dari kompetisi yang kita cintai ini,”tambahnya lagi.

“Serie A saat ini sedang mengurus kampanye antirasisme yang baru, dan tidak ada hubungannya dengan karya seni milik Simone Fugazzotto. Karya seni yang baru akan ditampilkan pada akhir Februari mendatang,” sambungnya.

Seperti diketahui bahwa Serie A sempat merilis karya seni lukisan milik seniman Simone Fugazzotto berupa tiga wajah monyet dengan corak bola, ini dilakukan demi wujud perlawanan dari rasisme. Lukisan dari ketiga monyet ini mewakili ras yang beragam, yakni monyet dari Barat, Asia, dan Afrika.

Walaupun memiliki niat yang baik, namun apa yang dilakukan Serie A malah menuai kritikan, kemarahan, hingga klub. Diketahui bahwa monyet memang menjadi hewan yang digunakan suporter di Italia untuk menghina pemain sepakbola yang berkulit hitam.

Pada kompetisi Serie A musim ini, sejumlah pemain sudah menerima hinaan dan juga rasisme dari segelintir oknum suporter. Mereka diantara nya adalah Mario Balotelli, Romelu Lukaku, Frank Kessie, dan Chris Smalling.

Kamis Atau Jumat Depan, Ancelotti Gabung ke Everton

Carlo Ancelotti bakalan kembali lagi merasakan atmosfer dari kompetisi Premier League. Pelatih berusia 60 tahun ini pun, diyakini akan segera menangani Everton di pekan ini juga.

Everton saat ini tidak memiliki pelatih, setelah Marco Silva didepak dari kursi kepelatihan tim pada awal Desember 2019. Duncan Ferguson kemudian ditunjuk sebagai caretaker tim, dan mengembangkan tugas pertama saat Everton berhadapan dengan Leicester City di Piala Liga, Kamis (19/12/2019) dinihari WIB.

Namun Duncan Ferguson tak akan lama melatih Everton, setelah Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih tetap klub. Menurut Sky Sports, Ancelotti diklaim telah mencapai kesepakatan dengan The Toffees pada senin (16/12/2019) malam waktu setempat.

Pada hari kamis (19/12/2019) atau Jumat (20/12/2019), Carlo Ancelotti diyakini akan diperkenalkan sebagai pelatih baru Everton. Ancelotti pun bisa langsung memimpin latihan tim, sebelum menandai debutnya saat menjamu Arsenal, yang kemungkinan juga ditangani oleh pelatih baru, Mikel Arteta.

Carlo Ancelotti sejak dari awal memang masuk dalam target utama pemegang saham terbesar Everton Farhad Moshiri dan chairman Bill Kenwright. Hal ini tak lama setelah Ancelotti dipecat Napoli, pada pekan kemarin.

Carlo Ancelotti masuk dalam daftar pelatih baru Everton, tak terlepas dari keberhasilan nya membawa Chelsea menjuarai Premier League, Piala FA, dan Community Shield tahun 2009-2011. Don Carletto juga memenangi tiga kali Liga Champions, serta memiliki pengalaman dengan melatih berbagai klub-klub top eropa.

Sementara pihak Everton belum mau berkomentar banyak, dan membantah kabar itu. Pihak klub masih belum mau memberikan keputusan terkait pelatih pengganti dari Marco Silva.

“Kami ingin menyampaikan jika saat ini kami belum membuat tawaran kontrak, serta tidak ada kandidat yang memilih untuk mundur. Namun saat ini kami masih mencari manajer baru, dan kami juga telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah kandidat,”ungkap dari pihak Everton.

“Prioritas kami saat ini, melakukan penunjukan ini (pelatih baru) dengan sangat cermat. Jadi kami hanya fokus dan ini yang bisa kami sampaikan,”tambah lagi pernyataan klub.

Resmi, UEFA Umumkan Drawing babak 16 Besar Liga Champions

Pihak dari UEFA secara resmi telah mengumumkan terkait hasil drawing babak 16 besar Liga Champions musim 2019/2020. Menariknya, hasil dari drawing ini malah menciptkan beberapa laga big match di babak tersebut.

Hasil undian babak 16 besar Liga Champions, digelar di markas dari UEFA di Nyon, Swiss, Senin (16/12/2019) waktu setempat. Dari proses drawing ini sendiri, juga dibantu oleh eks pemain Bayern Munich, yakni Hamit Altintop.

Saat mengambil pot dari tim yang lolos di posisi runner up, Borussia Dortmund menjadi tim pertama yang terpilih. Namun tim asal Bundesliga ini harus menghadapi lawan yang cukup sulit, pasalnya lawan yang dihadapi dibabak 16 besar adalah Paris Saint-Germain.

Selain itu juga, pengundian babak 16 besar ini telah menciptakan babak final. Hal ini setelah Real Madrid yang muncul dari pot runner up diharuskan berhadapan dengan jawara Premier League, yakni Manchester City.

Tidak hanya laga final yang terjadi antara Real Madrid dan City saja, namun beberapa big match juga tercipta. Diantaranya ada wakil Premier League, yakni Liverpool yang berhadapan dengan Atletico Madrid.

Sementara Chelsea harus berhadapan dengan tim raksasa asal Bundesliga juga, yakni Bayern Munich. Barcelona sendiri harus berhadapan dengan wakil dari kompetisi Serie A, yakni Napoli.

Laga leg pertama babak 16 Liga Champions pun, akan digelar pada tanggal 18-19 dan 25-26 Februari 2020. Untuk leg kedua, akan digelar pada tanggal 10-11 dan 17-18 Maret 2020.

Laga Arsenal Vs Manchester City, Dilarang Tayang di China

Pertandingan big match yang mempertemukan Arsenal Vs Manchester City, tak akan bisa dinikmati oleh negara China. Hal ini terjadi setelah kritikan keras yang telah dilontarkan Mesut Ozil kepada negara yang terkenal dengan tirai bambu dan panda nya tersebut.

Dalam pekan ke-17 kompetisi Premier League, Mimggu (15/12/2019) akan tersaji duel yang banyak dinanti-nantikan. Arsenal diketahui akan menjamu Manchester City di Emirates Stadion.

Laga ini pun banyak yang dinantikan oleh pencinta sepakbola dimana pun. Namun hal ini tak berlaku bagi warga china, pasalnya pemerintah telah melarang penayangan laga tersebut.

Menurut kabar dari The Global Times, surat kabar berbahasa Inggris di China. Mengklaim jika pemerintah China tak akan menayankan laga ini, setelah Mesut Ozil mengeluarkan kritikan pedas terhadap negara tersebut.

Diketahui bahwa Mesut Ozil sempat mengkritisi perlakuan pemerintah China terhadap suku Uighur. Suku ini memang bermayoritas agama Islam, dan suku ini memang sering ditindas dan ditahan pada kamp-kamp khusus.

Permasalahan ini yang akhirnya membuat Mesut Ozil sangat mengkritik pemerintah China, yang diungkapnya pada akun Twitter maupun di Insagram pribadinya. Tak hanya mengkritisi pemerintah China saja, eks pemain Real Madrid ini pun mengkritisi mayoritas pemeluk agam Islam yang hanya diam melihat situasi yang terjadi itu.

“Lihat mereka (Pemerintah China) melakukan tindakan tak terpuji, mereka membakar Qur’an, masjid dipaksa tutup, sekolah muslim maupun madrasah dilarang dibuka. Banyak para sarjana religius dibunuh, serta saudara-saudara kita ditahan di kamp mereka,”ungkap Ozil melalui akun Twitter nya.

Meskipun semua orang tahu, namun para muslim memilih diam. Mereka takut dan tidak berani bersuara,”tegasnya lagi menambahkan.

“Yang akan teringat beberapa tahun berikutnya bukanlah penyiksaan oleh tirani, tetapi diamnya saudara-saudara Muslim mereka,” tutupnya.

Sementara pihak Arsenal telah memberikan pernyataan resmi terkait komentara pedas Ozil terhadap pemerintahan China. The Gunners mengisyaratkan jika masalah ini bukan urusan dari pihak klub karena bersifat pribadi, ini sama sekali tidak mewakili dari klub kami.

“Menyusul pesan media sosial dari Mesut Ozil pada hari ini, Arsenal Football Club harus memperjelas bahwa ini adalah pandangan personal Mesut,” demikian bunyi pernyataan klub, yang juga dirilis di laman Weibo.

Pertandingan Arsenal Vs Manchester City tayang pada pukul 4:30 waktu setempat di Inggris. Sementara negara China akan tayang pada hari senin pagi, laga yang dilarang tayang ini pun, akhirnya digantikan dengan Tottenham Hotspur Vs Wolverhampton.

Resmi, Liverpool Perpanjang Kontrak James Milner

Spekulasi terkait masa depan James Milner bersama Liverpool berakhir sudah, setelah resmi menerima perpanjang kontrak. Pemain berusia 33 tahun ini pun, dikabarkan akan melanjutkan masa pengabdian nya di Anfield hingga tahun 2022 mendatang.

Terkait kontrak baru yang telah diterima oleh James Milner pun. Pihak manajemen Liverpool telah resmi mengumumkan nya melalui situs laman klub, Sabtu (14/12/2019) dini hari WIB.

Meskipun dari pengumuman ini, Liverpool tak menyebutkan terkait durasi kontrak baru James Milner. Namun menurut kabar dari BBC, mengklaim jika eks pemain Manchester City ini akan tetap berada di Anfield hingga tahun 2022 mendatang.

Resmi menerima perpanjang kontrak ini pun, James Milner mengungkapkan rasa beruntungnya bisa bertahan lebih lama lagi. Dirinya juga bahagia karena bisa tetap di klub yang hebat, serta kesempatan nya untuk tetap bermain di level tinggi klub.

“Saya begitu beruntung bisa terus berada di sini (Liverpool). Tentunya ini sebuah hal yang luar biasa, dan serta terus melihat klub berkembang,”ungkap dari Milner dilansir dari Liverpool.com

“Saya menikmati latihan setiap hari, bekerja dengan para pemain pemain lain, manajer dan staf pelatih. Tentunya saya senang terus menjadi bagian dari klub sepakbola ini.”tambahnya lagi.

James Milner diketahui bergabung bersama Liverpool pada tahun 2015, setelah kontraknya habis bersama Manchester City. Selama berseragam The Reds pun, dirinya harus menjadi pemain andalan bagi Jurgen Klopp.

Total James Milner telah tampil sebanyak 198 laga dengan menorehkan 25 gol. Pemain kelahiran Leeds ini pun berhasil membawa Liverpool memenangi gelar Liga Champions di musim 2018/2019, kemudian gelar Piala Super Eropa pada awal musim ini.