Chelsea akhirnya bisa kembali aktif dan serta melakukan pembelian pemain, pada bursa transfer Januari mendatang. Hal ini tak terlepas dari banding yang telah The Blues ajukan terkait hukuman larangan transfer, resmi diterima oleh pengadilan.

Chelsea diketahui tak melakukan aktivitas pada bursa transfer musim panas 2019, serta bursa transfer musim dingin 2020. Sanksi ini diberikan oleh FIFA setelah The Blues terbukti bersalah atas kasus transfer pemain dibawah usia 18 tahun, kasus ini pun melibatkan hampir dari 70 pemain.

Terkait sanksi ini pun Chelsea sempat mengajukan banding kepada pihak komite banding FIFA, namun banding mereka ditolak. Namun pihak klub asal London itu tidak menyerah, kemudian mereka membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga atau CAS di bulan Juni dan menjalani sidang pada November kemarin.

Sementara hasil sidang, Jumat (6/12/2019), pihak CAS resmi mengeluarkan terkait keputusan nya. Pihak pengadilan secara resmi telah memotong sanksi larang transfer menjadi satu kali saja, hukuman larang transfer sudah dijalani The Blues sebanyak sekali.

Tidak hanya menerima pengurangan hukuman sanksi larangan saja, Chelsea juga menerima pengurangan denda yang akan dibayarkan. Diketahui denda sebesar 600.000 Franc Swiss telah berkurang menjadi setengahnya saja.

“Pihak CAS telah berlakukan sanksi ini, yakni Chelsea hanya di skor larangan aktif dibursa transfer baik secara nasional maupun internasional sebanyak satu periode saja. Dimana sanksi ini juga telah dijalani oleh klub pada periode transfer musim panas 2019 kemarin,”ungkap dari pernyataan CAS.

“Chelsea juga harus membayar denda kepada FIFA dari sebesar 600.000 Franc Swiss menjadi 300.000 Franc Swiss. Peringatan dam serta teguran ini telah dikonfirmasikan,”lanjut dari pernyataan pengadilan.

Terkait keputusan banding Chelsea yang telah diterima oleh pihak CAS, pihak manajemen klub merasa lega. Pasalnya, tim skuat asuhan Frank Lampard bisa merekrut pemain baru pada bulan Januari nanti.